Tragis Serangan Israel Menewaskan Puluhan Orang Di Gaza

Tragis Serangan Israel Menewaskan Puluhan Orang Di Gaza – Lusinan orang tewas di Rafah di Gaza selatan pada Minggu malam dalam serangan udara Israel di daerah tempat warga sipil yang mengungsi berlindung di tenda-tenda. Serangan itu memicu kebakaran yang melanda kamp, ​​​​kata pejabat setempat.

Gambar-gambar menunjukkan area tersebut dilalap api ketika warga Palestina berteriak-teriak menyelamatkan diri, dan beberapa video yang dibagikan di media sosial menunjukkan gambar-gambar yang meresahkan, termasuk mayat-mayat yang terbakar parah dan seorang pria memegang tubuh seorang anak kecil tanpa kepala.

Serangan tersebut menuai kecaman dari para pemimpin dunia hanya beberapa hari setelah pengadilan tinggi PBB memerintahkan Israel menghentikan serangannya di kota Gaza selatan , tempat lebih dari satu juta orang mengungsi.

Dalam pidatonya di Knesset pada hari Senin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan itu sebagai “insiden tragis,” kata kantornya, mengklarifikasi komentar yang di buat dalam bahasa Ibrani yang dapat di terjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai “kecelakaan yang sangat tragis” ataupun suatu “kesalahan tragis.” .”

Ketika protes global meningkat, Pasukan Pertahanan Israel awalnya mengatakan bahwa mereka telah menargetkan dua pemimpin senior Hamas. Bahwa mereka tidak menyerang wilayah kemanusiaan yang ditentukan dan bahwa mereka mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko melukai warga sipil. Dikatakan bahwa penyelidikan penuh akan dilakukan terhadap “kematian warga sipil di wilayah serangan.”

Qatar memberikan peringatan serangan udara itu bisa menghambat upaya untuk mencapai kesepakatan pada gencatan senjata, yang sudah di perbaiki di Eropa dalam akhir pekan. Menambah ketegangan, militer Mesir juga mengatakan salah satu tentaranya yang tewas sesudah di laporkan terjadi baku tembak dengan pasukan Israel dalam kawasan perbatasan Rafah.

‘Mereka bilang itu aman’

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 35 orang tewas di lingkungan Tal al-Sultan. Sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Para petugas tanggap darurat telah memperingatkan jumlah korban bisa bertambah, karena banyak orang terjebak dalam api yang meletus setelah pemboman tersebut.

Dan pada hari Senin, kementerian mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi sedikitnya 45 orang.

“Pembantaian ini adalah yang terbesar di kota Rafah dalam beberapa bulan terakhir,” kata juru bicara Pertahanan Sipil Palestina di Rafah, Muhammad Al-Mughir. Dia menekankan bahwa kawasan itu merupakan “kawasan kemanusiaan” yang di tetapkan di sebelah gudang PBB.

Samuel Johann, koordinator darurat di Gaza untuk Médecins Sans Frontières, atau Dokter Tanpa Batas. Namun Mengatakan serangan hari Minggu terjadi kurang dari satu mil dari salah satu titik stabilisasi untuk pasien trauma. Dia mengatakan fasilitas tersebut menerima puluhan orang, dengan sedikitnya 28 orang tewas dan 180 orang terluka.

Sebuah keluarga menggambarkan pelarian mereka yang mengerikan setelah gedung apartemen tempat mereka berlindung tampaknya terkena dampaknya.

“Tiba-tiba, jendela pecah,” kata Hala Siam. “Anak-anak ketakutan. Kami semua pergi ke jalan.”

“Mereka bilang tempat itu aman,” kata Siam tentang daerah tempat dia dan keluarganya berlindung. “Tidak ada tempat yang aman di Rafah.”

Tragis Serangan Israel Menewaskan Puluhan Orang

IDF mengatakan serangannya menargetkan dua pemimpin Hamas yang di katakan bertanggung jawab mengorganisir serangan teroris di wilayah pendudukan Tepi Barat. Namun Di katakan bahwa mereka mengetahui laporan bahwa tenda-tenda sipil di bakar dalam serangan tersebut dan bahwa insiden tersebut “sedang di tinjau.”

Dalam pernyataan berikutnya. IDF mengatakan serangan udara itu di dasarkan pada “informasi intelijen sebelumnya mengenai keberadaan teroris senior Hamas di lokasi tersebut.” Di katakan bahwa sebelum serangan tersebut, “sejumlah langkah telah di ambil untuk mengurangi risiko kerugian terhadap warga sipil yang tidak terlibat” dan bahwa “di perkirakan tidak akan ada kerugian terhadap warga sipil yang tidak terlibat.”

Di katakan bahwa penyelidikan sedang di lakukan mengenai “kematian warga sipil di wilayah serangan. IDF menyesalkan adanya kerugian terhadap warga sipil yang tidak terlibat selama pertempuran.”

Dalam sebuah pernyataan, Hamas menggambarkan serangan itu sebagai “pembantaian” yang mengerikan. Hamas tidak mengkonfirmasi kematian komandan atau pemimpin seniornya.

Sebelumnya pada hari Minggu, sayap militer Hamas mengumumkan serangan rudal ke Israel yang menargetkan Tel Aviv. Yang pertama dalam beberapa minggu. IDF mengatakan delapan proyektil di identifikasi melintasi wilayah Rafah ke wilayah Israel dan sejumlah lainnya berhasil di cegat.

Ketika kemarahan meningkat atas serangan hari Minggu di Rafah, mediator Qatar dan Mesir mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional. Namun Qatar, perantara utama dalam pembicaraan dengan Hamas, memperingatkan bahwa hal itu dapat membahayakan upaya menuju kesepakatan penyanderaan baru.

BAGI ANDA YANG SUKA BERMAIN SLOT DAN TOGEL ONLINE
BISA DAFTAR DI SITUS TERPERCAYA : SOHOTOGEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *